Akhir-akhir ini banyak permasalahan yang berkaitan dengan disiplin siswa di sekolah. Bukan menjadi rahasia lagi, persoalan disiplin siswa yang lemah juga rasa hormat kepada guru sudah semakin memudar. Para guru sering terpancing untuk melakukan tindakan yang dianggap sebuah kekerasan oleh siswa, orang tua maupun masyarakat. Para guru saat ini juga terjebak pada dua pilihan untuk memberi hukuman supaya wibawa seorang guru dan disiplin tercipta atau guru akan kena teguran atasan dan orang tua atau bahkan berurusan dengan Komnas perlindungan anak dan institusi penegak hukum lainnya.  

Disiplin positif adalah cara yang lebih efektif untuk menangani siswa yang berperilaku tidak baik di kelas, daripada menggunakan hukuman atau penghargaan. Hal ini memungkinkan siswa untuk belajar dan menyesuaikan perilaku mereka untuk memenuhi harapan di kelas, sekaligus mengajari mereka cara membuat pilihan yang lebih baik dalam perjalanan menuju kedewasaan.

Disiplin positif adalah praktik melatih atau mengajar siswa untuk mematuhi kode perilaku atau aturan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Daripada mengontrol perilaku siswa, guru dapat menggunakan disiplin positif untuk mengembangkan perilaku anak melalui pengendalian diri dan membuat pilihan positif.